<![CDATA[KONSULTAN BELAJAR DAN BEKERJA DI JEPANG - Pengantar Kuliah di Jepang]]>Tue, 28 Jun 2022 08:32:51 +0700Weebly<![CDATA[Pengantar Kuliah di Jepang]]>Tue, 13 Nov 2018 02:09:42 GMThttp://kuliahdijepang.net/pengantar-kuliah-di-jepang/pengantar-kuliah-di-jepang
Picture
www.pakutaso.com
​Bukan menjadi rahasia lagi bahwa jumlah lapangan kerja di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun. Dari mulai lulusan SMP, Lulusan SMK atau SMA, lulusan D3, hingga lulusan S1 berbondong-bondong ke kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya untuk mencari pekerjaan.  Tantangan tak berhenti sampai di sini. Setelah mendapat pekerjaan pun, karena belum punya pengalaman,  banyak  yang mendapatkan upah murah. Upah tersebut hanya cukup untuk membayar kontrakan tempat tinggal, makan, transportasi dan biaya hidup lain. Karenanya kemudian tak jarang yang ikut kuliah kelas karyawan demi bisa naik pangkat dan mendapat kenaikan gaji.
​Kami PT TUMBUH GELORA PRESTASI memberikan solusi lain untuk kamu lulusan minimal SMA sederajat untuk melanjutkan Pendidikan di Jepang. Kamu bisa melanjutkan ke Senmon Gakko setara D2, D3, atau D4. Bisa juga melanjutkan ke jenjang S1, S2 maupun bekerja di perusahaan Jepang untuk yang sudah lulus S1 di Indonesia. Namun sebelumnya, siswa wajib sekolah Bahasa Jepang di Jepang  selama 1-2 tahun sampai level mahir supaya bisa mengikuti perkuliahan dalam Bahasa Jepang. Untuk lulusan sastra Jepang pun tetap harus masuk sekolah Bahasa Jepang (Nihongo Gakko) sebelum masuk universitas atau pun daftar ke perusahaan untuk bekerja.
Program Sekolah
Kami mempunyai beberapa program untuk sekolah Bahasa di Jepang, diantaranya self sponsored atau program biaya sendiri dimana seluruh biaya sebelum berangkat ditanggung sendiri oleh siswa. Biayanya sekitar 500.000 yen atau dalam rupiah sekitar 67 juta rupiah. Biaya tersebut dibayarkan ketika CoE (Certificate of Eligibility) turun dari pihak imigrasi Jepang. Atau sekitar satu bulan sebelum keberangkatan. Yang kedua adalah program pembiayaan khusus lulusan perawat yang ingin melanjutkan kuliah keperawatan di Jepang. Biaya dipotong sebesar 300.000 yen atau sekitar 40 juta rupiah. Sehingga siswa hanya membayar biaya awal sebesar 200.000 yen atau sekitar 26 juta rupiah saja. Yang ketiga yaitu program beasiswa dari perusahaan surat kabar khusus untuk laki-laki. Pemotongan biaya sebesar 240.000 yen. Dengan biaya masuk 740.000 yen untuk sekolah selama 1 tahun. Jadi jika dipotong sebesar 240.000, siswa cukup membayar sebesar 500.000 yen 
Berapa biaya kuliah di Jepang?
​Sebelum lulus sekolah Bahasa di Jepang, siswa sudah diarahkan akan melanjutkan di sekolah kejuruan (senmon gakko) atau universitas mana. Jurusan juga sudah harus ditentukan agar bisa mempersiapkan tes atau ujian masuknya seperti apa dan biayanya berapa. Biaya kuliah di Jepang sesuai dengan jurusan yang dipilih. Misalnya jurusan favorit adalah jurusan teknik mesin, otomotif, desain grafis, informatika, biayanya berkisar antara 90 juta per tahun untuk universitas negeri dan 150 juta per tahun untuk universitas swasta. Setelah masuk universitas, siswa bisa mendaftar beasiswa yang banyak tersedia baik beasiswa pemerintah Jepang maupun beasiswa dari suatu perusahaan. Selain melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi, khusus lulusan S1 bisa juga langsung mendaftar keperusahaan Jepang asalkan lulus ujian Bahasa level N2 dan mempunyai sikap yang baik.
Penerimaan Siswa Baru di Jepang
​Bulan masuk sekolah di Jepang dibagi menjadi 4x per tahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Dan kelulusan serentak seluruh Jepang pada bulan Maret tiap tahunnya. Misalnya kamu masuk bulan April maka kamu akan sekolah selama 2 tahun. Jika masuk bulan Oktober maka akan sekolah selama 1,5 tahun. Intinya mau masuk bulan apapun kamu akan lulus bulan Maret.
Bagaimana kehidupan sesampainya di Jepang?
​Tidak usah khawatir dengan bagaimana kehidupan di Jepang. Karena saat sampai Jepang siswa langsung dijemput oleh pihak sekolah dan dibimbing untuk mengurus KTP Jepang, asuransi kesehatan, pembuatan rekening, pembelian sepeda, hingga pendaftaran provider telepon Jepang. Setelah pengurusan itu selesai, pihak sekolah akan mencarikan tempat kerja paruh waktu kepada siswa untuk memenuhi biaya hidup selama tinggal di Jepang. Jadi siswa bisa sekolah sambil kerja setiap hari dimana batas jam kerja adalah 28 jam per minggu. Gaji per jam bervariasi antara 800-1200 yen per jam atau 100-150 ribu rupiah per jam. Meski harga barang-barang di Jepang terkenal mahal, tetapi gaji tersebut cukup untuk mengcover biaya sekolah, asrama, dan biaya makan terlebih jika mau masak sendiri.
Apa semua universitas menggunakan bahasa Jepang?
​Selain Universitas yang perkuliahannya menggunakan Bahasa Jepang, siswa dapat memilih Universitas yang system perkuliahannya menggunakan Bahasa Inggris seperti APU (Asia Pasific University), Waseda University, dan universitas lainnya.
Apa saja syarat agar bisa kuliah di Jepang?
​Persyaratan dokumen kami jelaskan saat pendaftaran. Sedangkan syarat umum adalah jarak kelulusan maksimal 5 tahun dari Pendidikan terakhir. Misalnya pendaftaran tahun 2019, siswa yang boleh mendaftar adalah lulusan tahun 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018. 
Apa keuntungan kuliah di Jepang?
​Salah satu keuntungan dari program ini adalah setelah lulus, siswa dapat bekerja di Jepang dan mendapatkan visa kerja serta bisa mengajak keluarga inti (istri/suami dan anak) untuk tinggal Bersama di Jepang. Gaji pokok sekitar 200.000 yen atau sekitar 26 juta rupiah.
Bagaimana cara mendaftar kuliah di Jepang?
​Untuk cara pendaftaran, siswa bisa konsultasi dengan kami secara langsung maupun melalui Instagram (@kuliahdijepang_tgp), Facebook (@belajardanbekerjadijepang), Line (+819066565577), dan Whatsapp (+819066565577) untuk menentukan sekolah Bahasa Jepang mana yang dituju. Jika sudah menentukan, siswa diminta untuk mengumpulkan dokumen yang diperlukan sambil belajar Bahasa Jepang di tempat kami di Cilacap.

Wujudkan impianmu bersama PT TUMBUH GELORA PRESTASI.
]]>